Ansoku Healing

Artikel

Kenapa Memaksakan Diri Berpikir Positif Justru Bikin Dada Sesak dan Pikiran Makin Lelah?

oleh Andri Riko Riyadi

Pernah nggak, lagi sedih atau cemas, tapi kamu buru-buru bilang ke diri sendiri: 'Nggak apa-apa, ambil positifnya aja'?

Anehnya, bukannya tenang, dada malah makin sesak dan pikiran makin lelah.

Kenapa memaksakan diri berpikir positif justru menguras energi?

Waktu kita buru-buru menutupi rasa sedih atau cemas dengan kata-kata penyemangat, pikiran bawah sadar sebenarnya menangkap itu sebagai bentuk penolakan.
Sinyal yang diterima tubuh bukan rasa aman, tapi pesan bahwa rasa sedih atau cemas itu salah dan nggak boleh ada.
Di titik itu, kita lagi perang sama diri sendiri

Emosi itu butuh disadari.
Kalau rasa sedih atau cemas cuma dipendam dan ditutup label positif, rasa itu sebenarnya nggak pernah hilang. Dia cuma mengendap di badan.
Bisa berubah jadi pundak yang gampang tegang, napas yang terasa pendek, atau rasa lelah berkepanjangan yang susah dijelaskan

Ketenangan yang sehat bukan berarti nggak boleh merasa down sama sekali.
Pengendalian emosi yang sehat, dimulai waktu kita berani jujur ke diri sendiri: Aku lagi sedih dan cemas, dan itu wajar banget.
Pengakuan yang jujur sering kali memberi ruang lega jauh lebih cepat daripada memaksakan hal yang belum bisa diterima

Hari ini, kalau rasa sedih atau cemas itu mampir lagi, coba jangan buru-buru diusir atau dipaksa jadi positif.
Cukup nafas perlahan, amati sensasinya di tubuh, temani dirimu dengan penuh kasih. Akui saja kalau rasa itu memang ada

Ditulis oleh Andri Riko Riyadi, Certified Hypnotherapist, NLP Practitioner, dan Energy Healer di Ansoku Healing. Kenali pendekatannya.

Bagikan artikel ini

Pilih aplikasinya: WhatsApp, pesan, surel, atau lainnya.

Semua artikel

Bacaan lain

Tulisan lain dari Ansoku Healing